Rabu, 12 Agustus 2020

BIOLOGI KELAS X SEMESTER 1

BAB 1

RUANG LINGKUP BIOLOGI (RLB)


Biologi adalah ilmu tentang kehidupan. Diambil dari bahasa Yunani, bios yang berarti kehidupan dan logos yang berarti ilmu.

Jadi biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk makhluk hidup.

Biologi merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang disebut juga Sains, yaitu ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam.


Sebagai bagian dari sains, Biologi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 

1. Mempunyai objek kajian berupa benda konkret

2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata yang dapat dilakukan oleh setiap orang)

3. Menggunakan langkah-langkah yang urut dan bersifat baku (metode ilmiah)

4. Menggunakan cara berfikir logis dan konsisten.

5. Hasil kajiannya bersifat objektif.

6. Teori yang dihasilkan berlaku secara umum. 


TINGKATAN ORGANISASI KEHIDUPAN 

1. Molekul 

merupakan gabungan dua atau lebih atom yang membentuk suatu zat. Dalam makhluk hidup, contohnya DNA, protein, karbohidrat, dan lemak.

2. Sel

Sel merupakan unit fungsional terkecil dari makhluk hidup. Contohnya sel darah merah, sel saraf, dan sel tumbuhan.

3 Jaringan

Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama atau saling bekerja sama. Contohnya jaringan otot pada hewan dan jaringan epidermis pada tumbuhan.

4. Organ

Organ merupakan kumpulan beberapa jaringan yang bekerja sama menjalankan fungsi tertentu. Contohnya jantung, paru-paru, lambung, akar, dan daun.

5. Sistem Organ

Sistem organ adalah beberapa organ yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi tertentu dalam tubuh. Contohnya sistem pencernaan, sistem pernapasan, dan sistem peredaran darah.

6. Organisme/individu

Organisme adalah satu makhluk hidup tunggal. Contohnya manusia, kucing, pohon mangga, dan bakteri.

7.  Populasi

Populasi adalah kumpulan organisme sejenis yang hidup di tempat dan waktu tertentu. Contohnya populasi ikan nila di sebuah danau.

8. Komunitas

Komunitas adalah kumpulan berbagai populasi yang hidup bersama dan saling berinteraksi di suatu wilayah. Contohnya populasi ikan, tumbuhan air, katak, dan mikroorganisme di sebuah kolam.

9.  Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan timbal balik antara komunitas makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungan tidak hidup (komponen abiotik). Contohnya ekosistem hutan, sawah, dan danau.

10.  Bioma

Bioma adalah wilayah yang sangat luas dengan iklim, jenis tumbuhan, dan hewan yang khas. Contohnya bioma hutan hujan tropis, gurun, dan tundra.

11.  Biosfer

Biosfer merupakan tingkatan organisasi kehidupan paling luas, yaitu seluruh wilayah di Bumi yang memungkinkan adanya kehidupan, termasuk berbagai ekosistem dan bioma.

 

Cabang- Cabang Biologi berdasarkan tingkat organisasi :


   
Sumber : Buku PR Intan Pariwara Kelas X


Manfaat biologi :

o    Bidang pertanian : Peningkatan produksi pangan

            1.        Teknik penanaman yang lebih efisien

            2.        Tanaman budidaya melalui rekayasa genetika, mampu menghasilkan insektisida sendiri

            3.        Teknik kultur jaringan

            4.        Teknik rekayasa genetika, buah-buahan tanpa biji


o    Bidang peternakan : Peningkatan produksi hewan ternak

            1.        Inseminasi buatan (kawin suntik)

            2.        Fertilisasi in vitro, menghasilkan embrio diluar uterus


o    Bidang kesehatan : Pencegahan diagnosa, dan penanganan terhadao berbagai penyakit dan kelainan

            1.        Transplantasi organ

            2.        Menciptakan vaksin-vaksin

            3.        Teknik bayi tabung

            4.        Antibiotik


o    Bidang industri :

            1.        Pemanfaatan mikroorganisme dalam industri makanan

            2.        Pemanfaatan beberapa jenis mikroorganisme dalam industri obat-obatan


METODE ILMIAH

Metode ilmiah, tahapannya :

1. Merumuskan masalah 

Bertujuan untuk memperjelas batasan masalah yang akan dipecahkan. Perusumasan masalah biasanya diawali dengan kata tanya : apa, mengapa dan bagaimana.

Apa itu masalah?

2. Melakukan observasi 

Observasi adalah mengumpulkan keterangan dengan studi literatur.

3. Mengajukan hipotesis 

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah, hipotesis didasari pada pengetahuan dan hasil penelitian terdahulu

4. Melakukan percobaan 

Untuk menguji kebenaran hipotesis. Sebelum melakukan percobaan, harus dilakukan perencanaan  percobaan yang meliputi

* Menentukan alat dan bahan

* Waktu dan tempat

*  Menentukan variabel 

    Variabel adalah sesuatu yang memiliki nilai dan dapat diubah ubah.

    Macam-macam Variabel penelitian :

    a. Variabel bebas : adalah variabel yang sengaja dibuat tidak sama dalam suatu penelitian

    b. Variabel terikat : adalah varibel yang muncul tergantung perubahan variabel bebas

    c. Variabel kontrol : adalah variabel yang tidak diberi perlakuan

   

Dari percobaan/penelitian akan didapatkan data.

Macam-macam data :

a. Data Kuantitatif : data yang disajikan dalam bentuk angka.

b. Data Kuantitatif : data yang tidak disajikan dalam bentuk angka tetapi dalam bentuk deskripsi.     

Data yang didapatkan dari percobaan selanjutnya diolah.


5.  Menarik kesimpulan 

Berisi hasil percobaan yang dapat mendukung atau tidak mendukung hipotesis yang dibuat sebelumnya


Setelah selesai melaksanakan penelitian selanjutnya dibuat dalam bentuk laporan percobaan/penelitian.

Laporan ilmiah, urutannya :

1. Judul Laporan  

2. Kata Pengantar : ucapan syukur, terimakasih.

3. Daftar Isi

4. Pendahuluan : berisi latar belakang penelitian, rumusan masalah, hipotesis, dan tujuan penelitian.

5. Tinjauan Pustaka : berisi teori-teori yang mendukung topik penelitian

6. Metode Penelitian : berisi cara kerja, alat dan bahan, waktu dan tempat, cara pengambilan data.

7. Hasil dan pembahasan : berisi data dan fakta yang diperoleh selama penelitian serta pengolahan data dan analisis terhadap hasil penelitian.

8. Kesimpulan : : berisi ringkasan dari keseluruhan hasil penelitian 

9. Daftar Pustaka

10. Lampiran ; berisi tabel, grafik, gambar yang mendukung penelitian.


SIKAP ILMIAH

Rasa ingin tahu : Keinginan untuk mencari tahu dan memahami suatu fenomena atau masalah secara lebih mendalam.

Jujur : Menyampaikan hasil pengamatan dan penelitian sesuai fakta, tanpa memanipulasi data.

Objektif : Menilai sesuatu berdasarkan fakta dan bukti, bukan berdasarkan pendapat atau kepentingan pribadi.

Kritis : Tidak mudah menerima informasi begitu saja dan selalu mempertanyakan kebenarannya berdasarkan bukti.

Terbuka : Bersedia menerima pendapat, kritik, dan hasil penelitian baru meskipun berbeda dengan pendapat sendiri.

Teliti :  Melakukan pengamatan dan penelitian dengan cermat agar kesalahan dapat diminimalkan.

Tekun : Tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan atau kegagalan dalam penelitian.

Bertanggung jawab : Melaksanakan penelitian dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab terhadap hasil serta prosesnya.

Berpikir logis : Menggunakan alasan yang masuk akal dan hubungan sebab-akibat dalam menarik kesimpulan.

Menghargai pendapat orang lain : Menghormati hasil pemikiran atau penelitian orang lain, terutama jika didukung oleh bukti yang kuat.

Berani mencoba : Memiliki keberanian untuk melakukan percobaan atau mencoba cara baru untuk menemukan jawaban atas suatu masalah, meskipun ada kemungkinan mengalami kegagalan.

Mampu membedakan opini dan fakta : Dapat membedakan informasi berdasarkan kenyataan atau bukti yang sudah dapat dipertanggungjawabkan  (fakta) dengan pendapat atau pandangan seseorang yang belum dapat dipertanggungjawabkan (opini).

Terbuka : Bersedia menerima kritik, saran, informasi, dan pendapat baru yang didukung oleh bukti, meskipun berbeda dengan pendapat sendiri.

Fleksibel : Mampu menyesuaikan cara berpikir atau metode ketika menemukan bukti baru atau menghadapi kondisi yang berbeda dalam penelitian.








KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Sistem klasifikasi : Sistem yang dapat memudahkan kita mempelajari dan mengenali makhluk hidup

Taksonomi : Cabang ilmu biologi yang mengkaji pengelompokkan makhluk hidup

Sistem klasifikasi makhluk hidup pertama kali dipelopori oleh Carolus Linnaeus

Proses klasifikasi – makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan dan perbedaan cirinya

1.        Sistem klasifikasi alami                                 : Pengelompokkan berdasarkan ciri morfologi, anatomi, dan fisiologi

2.        Sistem klasifikasi filogeni              : Pengelompokkan yang memperhatikan sejarah evolusi

3.        Sistem klasifikasi buatan               : Pengelompokkan berdasarkan ciri morfologi yang mudah dilihat

Tingkatan takson makhluk hidup :

1.        Kingdom /Regnum                                                             : Kerajaan

2.        Phylum (untuk hewan) atau Divisio (untuk tumbuhan)     : Filum/Divisi

3.        Kelas                                                                                   : Kelas

4.        Ordo                                                                                    : Bangsa

5.        Family                                                                                 : Suku/Keluarga

6.        Genus                                                                                  : Marga

7.        Spesies                                                                                : Jenis

 

Sistem tata nama makhluk hidup :

o    Carolus Linnaeus pada tahun 1735 menciptakan sistem tata nama makhluk hidup yang dikenal dengan istilah Binomial Nomenclature (sistem penamaan makhluk hidup dengan dua kata)

 

KETENTUANYA ADALAH :

o    Menggunakan bahasa Latin atau yang dilatinkan

o    Terdiri dari 2 kata , kata pertama adalah nama genus dan kata kedua adalah nama spesies

o    Huruf pertama kata pertama menggunakan huruf besar, huruf pertama kata kedua menggunakan huruf kecil

o    Ditulis miring atau diberi garis bawah scara terpisah

o    Nama penemu bisa dicantumkan dibelakang nama spesies

        

Manfaat klasifikasi :

1. Mengetahui keanekaragaman hayati

2. Mengenal berbagai jenis spesies makhluk hidup meliputi ciri makhluk hidup, hubungan kekerabatan, interaksi antar makhluk hidup dengan lingkungannya

3. Mengetahui ciri-ciri unggul dari berbagai spesies makhluk hidup, kita dapat memanfaatkan secara langsung antara lain untuk bahan pangan, sandang, dan papan

 

Beberapa sistem klasifikasi yang sudah dikembangkan para ilmuwan biologi :

1. Sistem dua kingdom       : Kelompok tumbuhan dan kelompok hewan

2. Sistem tiga kingdom      : Protista, plantae, dan animalia

3. Sistem empat kingdom : Monera, protsta, plantae, dan animalia

4. Sistem lima kingdom     : Monera, protista, fungi, plantae, animalia

5. Sistem enam kingdom   : Eubacteria, Archaebacteria, protista, fungi, plantae, dan animalia

Identifikasi atau determinasi adalah menentukan nama hewan atau tumbuhan dengan benar dan menempatkannya di dalam sistem klasifikasi hewan dan tumbuhan. Caranya :

1. Ingatan            : Determinasi dilakukan berdarkan pengetahuan atau ingatan kita tentang tumbuhan atau hewan yang dikenal sebelumnya

2. Bantuan orang lain         : Determinasi tumbuhan/hewan dapat dilakukan dengan meminta bantuan ahli-ahlu botani, zoologi, atau siapa saja yang dapat membantu

3. Spesimen acuan             : Identifikasi tumbuhan/hewan dilakukan dengan membandingkan secara langsung dengan spesimen acuan yang telah diidentifikasi dan diberi etiket bertuliskan namanya

4. Pustaka : Membandingkan/mencocokkan ciri-ciri tumbuhan.hewan yang akan diidentifikasi dengan pustaka. Dapat pula mengguanakan kunci identifikasi atau determinasi

5. Komputer        : Program komputer yang dapat menyimpan, mengolah, dan memberikan keterangan tentang tumbuhan/hewan

Kunci dikotom : Kunci identifikasi dengan menelusuri jalur yang ditetapkan oleh keputusan beraturan dengan setiap pilihannya adalah biner (karena hanya ada 2 alternatif)

 

 

BAB 2

VIRUS

Ciri virus :

1.        Ukuran dan bentuk

1.        25-300 nm

2.        Paling kecil virus polio. Paling besar virus TMV

3.        Bulat : Virus influenza, & HIV

4.        Oval : Virus rabies

5.        Batang : Virus TMV

6.        Polihedral : Adenovirus

7.        Huruf T : Bakteriofage

2.        Struktur dan fungsi

1.        Bukan berupa sel (aseluler), berupa partikel yang disebut virion

2.        Asam nukleat : Molekul pembawa informasi genetika. DNA saja/RNA saja

3.        Selubung protein (kapsid) : Pembungkus asam nukleat, tersusun dari subunit protein yang disebut kapsomer

4.        Memberi bentuk virus

5.        Virus kompeks : Memiliki bagian kepala dan ekor. Contoh : Bakteriofage

6.        Gabungan dari asam nukleat dan kapsid disebut nukleokapsid

Reproduksi :

http://insightbiology.files.wordpress.com/2010/12/3-2-11.jpg

1.        Tahap pelekatan : Saat partikel virus (virion) melekat pada sel yang diinfeksi. Tempat pelekatan disebut reseptor

2.        Tahap penetrasi : Tahap materi genetik virus masuk ke dalam sitoplasma sel inang

3.        Tahap replikasi dan sintesis : Tahap terjadinya perbanyakan partikel virus di dalam sel inang. Sel inang akan dikendalikan sehingga sel dapat membuat komponen virus

4.        Tahap pematangan : Penyusunan asam nukleat dan protein menjadi partikel virus yang utuh

5.        Tahap pelepasan : Tahap partikel virus keluar dari sel inang dengan memecahkan sel tersebut

6.        Siklus litik : Tahapnya seperti diatas, pematangan berlangsung cepat kemudian memecahkan sel tersebut hingga sel inang mati (lisis)

7.        Siklus lisogenik : DNA/RNA virus yang disisipkan pada kromosom sel inang akan mengadakan replikasi secara terus-menerus. Menghasilkan banyak sel anakan yang terinfeksi

Habitat :

1.        Bakteri

2.        Mikroorganisme

3.        Eukariot (seperti protozoa dan khamir)

4.        Tumbuhan : Masuk melalui perantara serangga (vektor)

5.        Hewan/manusia : Masuk melalui makanan, minuman, udara, darah, luka, atau gigitan

Klasifikasi :

1.        Menggunakan sistem ICTV (International Committee on Taxonomy of Viruses)

2.        3 tingkat takson :

a.        famili diakhiri viridae,

b.        genus diakhiri virus,

c.        spesies menggunakan bahasa Inggris dan diakhiri virus

3.        Virus bakteri : Bakteriofage/fage, mengandung DNA

4.        Virus mikroorganisme eukariotik : Mengandung RNA, contoh : Mycovirus

5.        Virus tumbuhan : Mengandung RNA, contoh : TMV

6.        Virus hewan : Mengandung RNA/DNA, contoh : Virus penyakit mulut dan kaki pada sapi

Virus yang memberi manfaat : Bidang rekayasa genetika krn dapat digunakan untuk kloning gen (produksi DNA secara identik). Co : Mengendalikan pertumbuhan serangga, terapi gen manusia

Virus yang merugikan :

1.        Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia

§  Influenza virus : Menyebabkan penyaki flu

§  Human immunodeficiency virus (HIV) : Penyebab AIDS, menyerang sel-sel darah putih jenis limfosit B

§  Hepatitis delta virus : Penyakit hepatitis B

§  Ebola virus : Penyakit ebola

§  Measles virus : Penyakit cacar

§  Polio virus : Penyakit polio

§  Herpes simplex virus : Penyakit herpes

§  Mumps virus : Penyakit gondong

§  Human papollomavirus : Penyebab kutil pada kilit

2.        Virus yang menyebabkan penyakit pada hewan

§  Rous sarcoma (RSV) : Penyebab tumor pada ayam

§  Bovine papillomavirus : Penyebab tumor pada sapi

§  Virus penyakit mulut dan kaki pada sapi

§  Virus penyakit tetelo pada ayam (Newcastle disease)

§  Rabies virus : Penyebab rabies pada anjing, monyet, kucing dan manusia

3.        Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan

§  Tobacco mosaic virus (TMV) : Penyakit mosaik pada tembakau

§  Citrus leprosis virus (CiLV) : Penyebab penyakit pada jeruk

§  Virus tungro : Penyakit pada tanaman padi

§  Virus yang menyerang tanaman hias

Pencegahan terhadap virus : Pemberian vaksin. Vaksin adalah suatu zat yang mengandung mikroorganisme patogen yang sudah dilemahkan, memberikan kekebalan secara pasif. Contoh :

o    OPV (Oral polio vaccine) : Vaksin polio

o    Vaksin rabies

o    Vaksin hepatitis B

o    Vaksin influenza

o    Vaksin cacar

o    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk cacar, gondong dan campak

 

 

 

BAB 4

EUBACTERIA DAN ARCHAEBACTERIA

A.       Eubacteria

eu (=sejati) dan bacteria (=bakteri). Eubacteria (=bakteri sejati)

Bakteri ditemukan pertama kali oleh Anthony Van Leeuwenhoek

Ilmu yang mempelajari bakteri adalah bakteriologi

Ciri sel :

1.        Ukuran dan bentuk sel : berdiameter 0,12 mikron sampai ratusan mikron. Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Ada 3 bentuk dasar :

http://biobakteri.files.wordpress.com/2009/06/649px-bacterial_morphology_diagram-svg1.png

 

§  Kokus (bulat)

§  Basil (batang)

§  spirila (spiral)

2.        Struktur dan fungsi sel :

§  Dinding sel : berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri. Terususn daripeptidoglikan, yaitu gabungan protein dan polisakarida. Berdasarkan ketebalan lapisan peptidoglikan :

1.        Bakteri gram positif : Bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptodoglikan yang tebal, warna : ungu, co : Vibrio cholerae

2.        Bakteri gram negatif : Bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis, warna : merah muda/merah, co : E.coli

§  Membran plasma : Membarn yang menyelubungi sitoplasma. Tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein. Bersifat selektif permeabel dan berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya

§  Sitoplasma : Cairan sel. Mengandung ribosom, DNA, dan granula penyimpanan

§  Ribosom : Organel yang berukuran sangat kecil dan merupakan tempat terjadinya sintesis protein yang dibantu oleh RNA

§  DNA : Materi pembawa informasi genetik

§  Granula penyimpanan : Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan

§  Kapsul atau lapisan lendir : lapisan diluar dinding sel. Tebal=kapsul / tipis=lapisan lendir. Berfungsi membantu sel bakteri melekat pada suatu permukaan/dengan sel bakteri lainnya, pertahanan bakteri dari sel-sel fagosit, dan melindungi sel bakteri saat mengalami kekeringan

§  Flagelum : Bulu cambuk

1.        Satu : Monotrik

2.        Banyak flagelum di satu sisi : Lofotrik

3.        1/banyak flagelum di dua sisi : Amfitrik

4.        Tersebar di seluruh permukaan : Peritrik

§  Endospora : Bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif

Cara hidup : Berdasarkan cara memperoleh makanan

o    Bakteri heterotrof : Bakteri yang makanannya berupa senyawa organik dari organisme lain.Terbagi menjadi :

1.        Bakteri saprofit : Bakteri yang memperoleh makanan dari sisa organisme lain/produk organisme lain. Baketri pengurai (dekomposer)

2.        Bakteri parasit : Bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya. Jika menimbulkan penyakit pada inangnya maka akan disebut bakteri patogen

o    Bakteri autotrof : Bakteri yang mampu membuat makanannya sendiri

Berdasarkan Kebutuhan oksigen untuk merombak makanan agar memperoleh energi :

o    Bakteri aerob : Membutuhkan oksigen untuk memperoleh energi

o    Bakteri anaerob : Tidak membutuhkan oksigen untuk memperoleh energi. Energi diperoleh dengan fermentasi. Dibedakan menjadi :

1.        Anaerob obligat : Hanya dapat hidup juka tidak ada oksigen

2.        Anaerob fakultatif : Dapat hidup jika ada oksigen maupun tidak ada oksigen

Reproduksi :

1.        Aseksual : Pembelahan biner (setiap sel membelah menjadi 2)

2.        Seksual :

§  Transformasi : Masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri dan mengubah sifat sel bakteri

§  Transduksi : Pemindahan materi genetik 1 sel bakteri ke sel bakteri lainnya dengan perantara organisme lain, yaitu bakteriofage

§  Konjugasi : Pemindahan materi genetik secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan di antara 2 sel bakteri yang berdekatan

Habitat : Lingkungan lembab atau agak basah dengan temperatur 25-37 derajat Celsius

Klasifikasi eubacteria : 5 filum

1.        Proteobacteria : bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof/fotoheterotrof dan proteobacteria yang bersifat kemoautotrof/kemoheterotrof

2.        Cyanobacteria :

§  Memiliki klorofil

§  Tidak memiliki alat gerak tapi dapat melakukan fotosintesis

§  Hidup soliter/koloni. Koloni berbentuk benang, lembaran, atau bola berongga.

§  Berbentuk benang ada 3 macam sel utama : 1. Heterokista : Sel berdinding tebal yang berguna untuk mengikat nitrogen, 2. Akinet : Sel berdinding tebal yang berfungsi untuk pertahanan diri, 3. Baeosit : Sel-sel bulat kecil hasil reproduksi, berguna untuk fotosintesis.

§  Tidak memiliki membarn inti (prokariot)

§  Mengandung pigmen klorofil, karoten, fikosianin (biru), dan fikoeritrin (merah)

§  Autotrof

§  Menghasilkan oksigen

§  Reproduksi : Aseksual : Pembelahan biner, fragmentasi, dan pembentukan akinet (spora)

3.        Spirochetes : Berbentuk spiral dengan panjang 5-250 mikron. Merupakan bakteri gram negatif. Memiliki suatu struktur unik yang disebut filamen aksial : Semacam serabut di sepanjang tubuh, di dalam selubung terluang tetapi di luar dinding sel, berfungsi untuk membuat gerakan berputar

4.        Chlamydias : Hidup sebagai parasit. Memiliki 2 bentuk sel dalam siklus hidupnya, yaitu :

§  Badan dasar : Masuk ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial

§  Badan inisial : Tumbuh dan membelah diri, lalu membentuk badan dasar kembali dan dilepaskan ke sel inang yang disertai pecahnya sel inang

5.        Bakteri gram positif : Beberapa bakteri gram positif membentuk endospora ketika lingkungan miskin akan zat makanan

 

B.       Archaebacteria

Kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, namun membran plasmanya mengandung lipid

Hidup pada lingkungan ekstrim

Berdasarkan lingkungan ekstrimnya, Archaebacteria dibagi menjadi 3 :

1.        Bakteri metanogen : Bakteri yang menghasilkan metana dari gas hidrogen dan karbon dioksida/asam asetat. Metana disebut juga biogas. Hidup dirawa sebagai pengurai. Co :Methanobacterium

2.        Bakteri halofil : Bakteri yang hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Co :Halobacterium

3.        Bakteri termoasidofil : Hidup di lingkungan ekstrim yang panas dan asam. Kondisi optimal : temperatur 60-80 derajat Celsius dengan pH 2-4. Bakteri ini terdapat pada daerah yang mengandung asam sulfat, misalnya di kawah vulkanik. Co : Sulfolobus dan Thermoplasma

 

C.        Bakteri dalam kehidupan manusia

Bakteri yang menguntungkan :

1.        Eubacteria :

§  Pembusukan sisa-sisa makhluk hidup. Co : E. Coli

§  Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi. Co : Acetobacter : Pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus : Pembuatan yogurt

§  Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen. Co : Rhizobium leguminosarum

§  Penyubur tanah. Co : Nitrosococcus

§  Penghasil antibiotik. Co : Bacillus polymixa : Polimiksin B

§  Penelitian rekayasa genetika

§  Pembuatan zat kimia. Co : Clostridium acetobutylicum

2.        Archaebacteria : Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehingga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Co : Methanobacterium

Bakteri yang merugikan

1.        Eubacteria :

§  Pembusukan makanan. Co : Clostridium botulinum

§  Penyebab penyakit pada manusia. Co : Mycobacterium tuberculosis (TBC), Vibrio chloerae(kolera/muntaber), Clostridium tetani (tetanus)

§  Penyebab penyakit pada hewan. Co : Bacillus anthracis (antraks pada sapi)

§  Penyebab penyakit pada tanaman budidaya. Co : Pseudomonas solanacearum

2.        Archaebacteria : Penyebab kerusakan makanan yang diawetkan dengan garam

Penanggulangan terhadap bakteri :

1.        Pengawetan dan pengolahan makanan

1.        Pemanisan

2.        Pengeringan

3.        Pengasapan

4.        Pengasinan

5.        Pendinginan

6.        Pasteurisasi : Pemanasan dengan suhu 63-72 derajat Celsius selama 15-30 menit. Dilakukan pada susu untuk mematikan bakteri patogen dan mempertahankan rasa dan aroma khas susu

7.        Sterilisasi : Pemanasan dengan menggunakan udara panas/uap air panas bertekanan tinggi. Menggunakan oven dengan temperatur 170-180 derajat Celsius. Untuk mensterilkan peralatan gelas. Alat : Autoklaf

2.        Kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan

1.        Menjaga kebersihan lingkungan

2.        Menjaga kebersihan badan

3.        Makan makanan sehat

4.        Cukup istirahat

5.        Melakukan olah raga

3.        Imunisasi

1.        Vaksin kolera : Kolera

2.        Vaksin tifus : Tifus

3.        Vaksin BCG : TBC

4.        Vaksin DPT : Difteri, tetanus, batuk

 

 

BAB 5

PROTISTA

Ciri protista :

1.        Sel eukariotik

2.        Uniseluler/multiseluler

3.        Tidak memiliki jaringan yang sebenarnya

Protista yang menyerupai jamur :

1.        Merupakan jamur parasit dan predator yang menghasilkan spora. Jamur parasit merupakan jamur air pengurai uniseluler yang hidup di perairan. Jamur predator/fagosit merupkan jamur lendir yang hidup menyerupai amoeba

2.        Kesamaan dengan jamur adalah :

§  Memiliki struktur yang menghasilkan spora

§  Heterotrof

§  Parasit/pengurai

3.        Jamur air (Oomycota) :

§  Hidup bebas dan mendapatkan nutrisi dari sisa tumbuhan di kolam, danau, dan aliran air

§  Hidup di dalam jaringan yang mati pada tumbuhan

§  Parasit pada organisme akuatik

§  Patogen pada tanaman

§  Reproduksi seksual : Penyatuan gamet jantan dan betina

§  Contohnya : Saprolegnia (parasit pada hewan air), Plasmopora viticula (pada buah anggur), Phytophthora infestans (pada kentang dan tomat)

4.        Jamur lendir (Myxomycota) :

§  Menghasilkan sel-sel yang hidup bebas pada sebagian siklus hidupnya disebut amoeboid

§  Predator fagosit karena menelan bakteri, hama, spora, dan berbagai komponen organik

§  Co : Dictyostelium discoideum

Protista yang menyerupai hewan :

1.        Dikenal dengan istilah Protozoa

2.        Uniseluler dan heterotrofik

3.        Eukariotik

4.        berukuran mikroskopis, 10-200 mikron

5.        Reproduksi aseksual : Pembelahan biner

6.        Reproduksi seksual : Konjugasi

7.        Inti makronukleus : Mengatur metabolisme

8.        Inti mikronukleus : Konjugasi

9.        Vakuola makanan : Cerna

10.     Vakuola kontraktil : Osmoregulator

11.     Jika lingkungan kering, akan membentuk krista

12.     Klasifikasi berdasarkan alat geraknya :

§  Rhizopoda :

1.        Alat gerak : Pseodopoda (kaki semu)

2.        Ektoamoeba (bebas) :

§  Foraminifera : Tanah globigerina (indikator minyak)

§  Amoeba

§  Radiolaria : Tanah radiolaria (bahan penggosok)

§  Arcella

§  Diflugia

3.        Entamoeba (parasit) :

§  Ginggivalis : Gusi

§  Dysentriae : Disentri

§  Coli : Di kolon

4.        Tidak memiliki bentuk tetap

5.        Sitoplasmanya terdiri dari Ektoplasma dan Endoplasma

§  Flagellata :

1.        Alat gerak : Flagellum (bulu cambuk)

2.        Bebas :

§  Euglena : Euglenophyta

§  Voluax

§  Noctiluca Miliaris : Kunang laut

3.        Parasit :

§  Di darah manusia :

1.        Leismania donovani : Kalazar

2.        Tryponosoma cruzi : Anemia

3.        Tryponosoma gambiue : Tidur

§  Di usus manusia :

1.        Giordialamblia : Diare

§  Di alat kelamin :

1.        Trichomonas vaginalis

§  Di darah ternak :

1.        Trypanosoma evansi : Surrah

§  Cilliata :

1.        Alat gerak : Silia (rambut getar)

2.        Balantidium coli

3.        Vorticella : Bentuk lonceng

4.        Stentor : Bentuk terompet

5.        Paramecium

6.        Suctoria

7.        Didinum

8.        Stylonichia

§  Sporozoa :

1.        Tidak memiliki alat gerak

2.        Toxoplasma gondii : Tokso pada janin

3.        Plasmodium :

§  Falcivarum : Tropika (1 x 24 jam)

§  Vivax : Tertiana (2 x 24 jam)

§  Malariae dan ovale : Guartana (3 x 24 jam)

4.        Reproduksi vegetatif : Pembelahan biner

5.        Reproduksi generatif : Pembentukan gamet dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan & betina

13.     Peran protozoa dalam kehidupan manusia :

§  Menguntungkan :

1.        Foraminifera, cangkang, atau kerangkanya merupakan petunjuk dalam pencarian sumber daya minyak, gas alam dan mineral

2.        Radiolaria, kerangkanya jika mengendap di dasar laut menjadi tanah radiolaria

§  Merugikan :

1.        Entamoeba histolytica : Diare

2.        Trypanosoma brucei : Penyakit tidur di Afrika

3.        Leishmania : Penyakit kala-azar

4.        Trichomonas vaginalis : Parasit, pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin laki-laki

5.        Toxoplasma gondii : Toksoplasmosis

6.        Plasmodium : Penyakit malaria

Protista yang menyerupai tumbuhan :

 

1.        Ganggang uniseluler ada yang hidup soliter dan ada yang hidup berkoloni

2.        Ganggang multiseluler ada yang berbentuk benang/lembaran

3.        Struktur yang tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun disebut talus

4.        Eukariotik, memiliki kloroplas (organel yang mengandung zat warna (pigmen) yang digunakan untuk berfotosintesis

5.        Pigmen dalam kloroplas berfungsi menyerap energi cahaya matahari yang berguna untuk proses fotosintesis. Pigmen utama fotosintesis adalah klorofil

6.        Pigmen tambahan : karoten dan fikobilin

7.        Pirenoid berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan pada sema jenis ganggang

8.        Organisme autotrof, berperan sebagai produsen

9.        Beberapa jenis ganggang yang berbentuk talus, reproduksi : Metagenensis (pergiliran keturunan). Metagenesis terjadi antara generasi penghasil spora (sporofit/vegetatif) dan generasi penghasil gamet (gametofit/generatif)

10.     Cara reproduksi pada ganggang :

1.        Isogami : Penyatuan 2 gamet yang berbeda jenis namun memiliki bentuk dan ukuran sama

2.        Anisogami : Penyatuan 2 gamet yang berbeda jenis, memiliki bentuk sama namun ukuran berbeda

3.        Oogami : Penyatuan 2 gamet yang berbeda bentuk dan ukuran

                        Reproduksi aseksual : Pembelahan biner (ganggang uniseluler), fragmentasi (ganggan multiseluler berbentuk filamen dan talus), dan pembentukan spora (ganggang uniseluler maupun ganggang multiseluler)

                        Reproduksi seksual : Penyatuan 2 gamet yang berbeda jenis

                        Klasifikasi ganggang :

§  Euglenoid (euglenophyta) :

1.        Memiliki pigmen merah (fikobilin)

2.        Mendeteksi dan bergerak menuju cahaya

3.        Uniseluler, tidak memiliki dinding sel

4.        Reproduksi aseksual : Pembelahan biner

5.        Contoh : Euglena

§  Ganggan keemasan (chrysophyta) :

1.        Pigmen dominan : Santofil (keemasan)

2.        Uniseluler soliter (co : Ochromonas)

3.        Multiseluler (co : Vaucheria)

4.        Dinding sel mengandung hemiselulosa, silika, dan pektin

5.        Reproduksi aseksual : Pembelahan biner & pembentukan spora

6.        Reproduksi seksual : Penyatuan 2 jenis gamet

7.        Contohnya : Navicula,Synura, dan Mischococcus

§  Ganggang api (pyrrophyta/dinoflagellata) :

1.        Mampu berpendar

2.        Menyebabkan timbulnya red tide yang menghasilkan toksin (racun) yang dapat membunuh ikan & hewan laut disekitarnya. Pada manusia dapat menimbulkan kerusakan otak pada manusia yang memakan makanan laut yang tercemar toksin tersebut

3.        Pigmen : Klorofil a dan c, santofil, dinosantin, dan fikobilin

4.        Hanya hidup di laut dan dikenal sebagai produsen utama fitoplankton laut

5.        Reproduksi aseksual : Pembelahan biner

6.        Contoh : Gymnodinium breve, Gambierdiscus toxicus, Gonyaulax, Noctiluca scintillans

§  Ganggan hijau (chlorophyta) :

1.        Pigmen dominan : Klorofil a dan b

2.        Multiseluler, uniseluler

3.        Hidup di air tawar

4.        Contohnya : Ulva, Chlorella, Chlorococcum, Chlamydomonas, Volvox, Gonium dll

5.        Reproduksi aseksual : Membelah diri, pembentukan spora, dan fragmentasi

§  Ganggang coklat (phaeophyta) :

1.        Pigmen dominan : Fukosantin

2.        Cadangan makanan disimpan dalam laminarin

3.        Reproduksi aseksual : Fragmentasi

4.        Reproduksi seksual : Isogami, anisogami, dan oogami

5.        Contohnya : Sargassum, Laminaria, Turbinaria, fucus vesiculosus, Macrocystis, Nereocystis, dan Hormosira

§  Ganggang merah (rhodophyta) :

1.        Pigmen dominan : Fikoeritrin

2.        Cadangan makanan : Tepung florid

3.        Reproduksi aseksual : Spora

4.        Reproduksi seksual : Oogami

5.        Contoh : Euchema spinosum, Gelidium robustum, Chondrus crispus, Gigartina mammilosa, Gracillaria verrucosa dll

                        Manfaat gangang bagi manusia :

§  Chlorella, Suplemen bergizi tinggi

§  Ulva, Caulerpa, dan Enteromorpha, Sumber makanan berupa sayur

§  Ganggang merah, penghasil gelatin untuk pembuatan agar-agar

§  Ganggang keemasan, bahan peledak, bahan penggosok

§  Ganggan coklat, Pupuk pertanian

§  Laminaria digitalis, Penghasil yodium untuk obat penyakit gondok

§  Macrocystis dan Laminaria, Penghasil asam alginat

 

 

BAB 6

FUNGI (JAMUR)

Ciri-ciri jamur :

1.        Eukariotik yang memiliki dinding sel

2.        Tidak memiliki klorofil

3.        Makanannya berupa bahan organik yang diperoleh dari lingkungannya, baik dari mahkluk hidup lain atau dari sisa mahkluk hidup

4.        Dinding sel tersusun dari kitin

5.        Beberapa memiliki zat warna, seperti Amanita muscaria

6.        Jamur multiseluler memiliki sel-sel memanjang berupa benang-benang (hifa)

7.        Hifa pada jenis jamur tertentu memiliki sekat antar-sel yang disebut septum

8.        Hifa tanpa sekat : Hifa senositik

9.        Hifa jamur bercabang-cabang dan berjalin membentuk miselium

10.     Miselium vegetatif : Menyerap makanan

11.     Miselium generatif : Alat reproduksi, menghasilkan spora

12.     Melakukan pencernaan secara ekstraseluler atau di luar tubuh jamur

13.     Bersifat heterotrof

Berdasarkan cara memperoleh makanannya :

1.        Saprofit : Memperoleh zat organik dari sisa-sisa organisme mati dan bahan tak hidup. Sebagai pengurai (dekomposer) utama

2.        Parasit : Memperoleh zat organik dari organisme hidup lain. Merugikan organisme inangnya karena dapat menyebabkan penyakit

3.        Simbiosis mutualisme : Hidup saling menguntungkan dengan organisme lain. Contohnya : Jamur bersimbiosis dengan ganggang hijau biru membentuk lumut kerak dan jamur yang bersimbiosis dengan akar tanaman tingkat tinggi membentuk mikoriza

Habitatnya :

1.        Tempat basah/lembab di daratan

2.        Organisme/sisa-sisa organisme di laut/air tawar

3.        Lingkungan asam

4.        Konsentrasi gula tinggi

 

Reproduksi aseksual :

1.        Pembentukan kuncup/tunas pada jamur uniseluler

2.        Pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) pada jamur uniseluler

3.        Pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada jamur multiseluler. Spora aseksual berupa :

§  Sporangiospora : Dihasilkan dari pembelahan mitosis sel dalam kotak spora (sporangium) yang terdapat pada ujung sporangiofor (struktur yang mendudukung sporangiofor)

§  Konidiospora : Dihasilkan dari pembelahan mitosis sel pada ujung konidiofor (penudukung konidia)

Reproduksi seksual : Pembentukan spora seksual yang dihasilkan secara singami (penyatuan sel/hifa yang berbeda jenis)

Klasifikasi berdasarkan cara reproduksi seksualnya :

a)       Zigomycota :

§  Hifa tak bersekat

§  Hifa berdiferensiasi membentuk sporangium

§  Alat reproduksi seksual : Zigosporangium yang berdinding tebal dan bewarna kehitaman

§  Tidak memiliki tubuh buah

§  Habitatnya :

1.        Merupakan jamur terestrial (daratan)

2.        Saprofit pada makanan/pada sisa tumbuhan dan hewan

3.        Parasit pada manusia dan tumbuhan

4.        Bersimbiosis saling menguntungkan dengan organisme lain

§  Reproduksi aseksualnya : Fragmentasi miselium atau pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) yang dihasilkan oleh sporangium

§  Peranannya :

1.        Rhizopus oryzae : Pembuatan tempe

2.        Mucor javanicus : Pembuatan tape

3.        Rhizopus stolonifer, Rhizopus nigricans, Mucor mucedo, Pilobolus : Pengurai saproba sisa organisme/bahan yang terbuat dari produk organism

b)       Ascomycota :

§  Sebagian besar multiseluler, uniseluler (Saccaromyces cerevisiae)

§  Yang multiseluler hifanya bersekat

§  Alat reproduksi aseksualnya : Hifa yang berdiferensiasi membentuk konidiofor

§  Alat reproduksi seksualnya : Askus

§  Tubuh buah pada Ascomycota : Askokarp

§  Peranannya :

§  Saccharomyces cerevisiae : Pembuatan roti dan minuman beralkohol (mengubah gula menjadi alkohol (etanol) dan karbon dioksida)

§  Saccharomyces ellipsoideus : Pembuatan wine dari buah anggur

§  Saccharomyces tuac : Pembuatan tuak dari air nira

§  Neurospora crassa : Oncom

§  Morchella esculenta dan Sarcoscypha coccinea : Tubuh buahnya dapat dimakan

§  Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum : Antibiotik

§  Penicillium camembertz dan Penicillium roqueforti : Keju

c)        Basidiomycota :

§  Jamur multiseluler hifanya bersekat

§  Tubuh buah pada Basidiomycota : Basidiokarp

§  Alat reproduksi seksualnya : Basidiospora

§  Reproduksi aseksualnya : Membentuk spora konidia

§  Peranannya :

-          Jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvacea), dan jamur shitake (Lentinula edodes) : Dapat dimakan tubuh buahnya

-          Jamur kayu (Ganoderma) : Obat/makanan suplemen

Yang merugikan :

-          Jamur karat (Puccinia graminis) : Parasit pada daun tanaman pertanian

-          Punnicinia arachidis : Parasit pada tanaman kacang

-          Ustilago maydis : Parasit pada jagung

-          Amanita ocreata dan Amanita phalloides : Beracun dan mematikan bila dimakan

-          Amanita muscaria : Menyebabkan halusinasi bila dimakan

d)       Deuteromycetes :

§  Bukan kelompok jamur sebenarnya dalam klasifikasi jamur

§  Setiap jenis jamur sudah diidentifikasi tetapi belum diketahui reproduksi seksualnya dikelompokkan dalam deuteromycetes (jamur tidak sempurna)

§  Jika cara reproduksi suatu jenis jamur Deuteromycetes diketahui, jamur tersebut akan dikelompokkan ulang menjadi anggota salah satu divisi jamur Zygomycota, Ascomycota, atau Basidiomycota

Lumut kerak :

1.        Bentuk kehidupan saling menguntungkan antara jamur dan organisme fotosintetik

2.        jamur dalam lumut kerak umumnya adalah Ascomycota dan Basidiomycota, sedangkan organisme fotosintetiknya adalah Cyanobacteria/ganggan hijau uniseluler

3.        Jamur memperoleh hasil fotosintesis dari Cyanobacteria

4.        Jamur bertugas menjaga ketersediaan air bagi Cyanobacteria

5.        Cyanobacteria memperoleh nutrien untuk fotosintesis yang diserap oleh jamur dari lingkungan

6.        Reproduksi aseksual : Fragmentasi badan vegetatif (talus) atau dengan soredia

7.        Reproduksi seksualnya : Jika yang bersimbiosis adalah Ascomycota dan Basidiomycota yang menghasilkan askospora dan basidiospora

Mikoriza :

1.        Simbiosis mutualisme antara jamur dan akar tumbuhan tingkat tinggi

2.        Jamur memperoleh senyawa organik

3.        Tumbuhan memperoleh air dan mineral (terutama fosfor) yang diserap oleh jamur dari dalam tanah, jamur juga menyediakan hormon pertumbuhan tertentu yang melindungi akar tumbuhan terhadap infeksi mikroorganisme

 

 

Sumber : http://mr-firdaus.blogspot.com/2013/10/rangkuman-biologi-kelas-x-semester-1.html


DAMPAK PERUBAHAN LINGKUNGAN

Lingkungan : Merupa  Kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan mahluk hidup termasuk perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan ...