Kamis, 25 Februari 2021

EKOSISTEM

 

EKOSISTEM

 

Oikos     : Rumah/ tempat tinggal

Systema : terdiri dari komponen komponen yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya

 

Ekosistem adalah :

Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ilmu yang mempelajari tentang ekosistem adalah : Ekologi 


Komponen ekosistem

  • Komponen Biotik
  • Komponen abiotik

 

Komponen Biotik

Komponen biotik meliputi semua jenis mahluk hidup. Setiap komponen biotik berinteraksi dengan komponen biotik lainnya untuk memenuhi keperluan hidupnya terutama berkaitan erat dengan makanan dan tempat tinggal

·         Produsen

Salah satu ciri dari produsen adalah dapat menyusun makanannya sendiri. Sehingga disebut organisme autotrof. Yang termasuk proodusen diantaranya adalah cyanophyta, ganggang, tumbuhan lumut, paku dan tumbuhan biji

·         Konsumen

Konsumen adalah organisme yang tidak dapat menyusun makanannya sendiri, disebut organisme heterotrof. Organisme yang berperan sebagai konsumen dalam ekosistem meliputi hewan dan manusia. Dikelompokkan berdasar jenis makanannya yaitu:

a.       Herbivora ( pemakan tumbuhan )

b.       Karnivora ( pemakan daging )

c.        Omnivora (pemakan tumbuhan dan daging ) contohnya ayam, tikus dan manusia

·         Decomposer/ pengurai

Yaitu kelompok mahluk hidup yang mampu menguraikan sisa-sisa zat organik yang berasal dari mahluk hidup yang sudah mati. Hasil penguraian oleh dekomposer akan digunakan kembali oleh produsen

Organisme dekomposer adalah: jamur, bakteri, dan cacing

·         Detrivor

Detrivor merupakan organisme pemakan serpihan-serpihan organik (detritus). Detritus merupakan hancuran jaringan mahluk hidup termasuk hewan dan tumbuhan

Organisme detrivor adalah: luwing, cacing, rayap, kutu kayu, bintang laut

·         Scavenger/predator/parasite

Scavenger adalah kelompok organisme pemakan bangkai. Contohnya burung gagak dan hyena


Tingkatan-tingkatan Organisme

A. Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, setiap jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. 

Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi.


Adaptasi individu/organisme terhadap Lingkungan

1. Adaptasi morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.
a. Gigi-gigi khusus
Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.

b. Moncong
Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.

c. Paruh
Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya.

d. Daun
Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.

e. Akar
Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas.

2. Adaptasi fsiologi
Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut.

a. Kelenjar bau
Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

b. Kantong tinta
Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita.

c. Mimikri pada kadal
Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya.

3. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya sebagai berikut :

a. Pura-pura tidur atau mati
Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.

b. Migrasi
Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut.

B. Populasi
Populasi adalah sekumpulan makhluk hidup sejenis yang berada pada tempat dan waktu yang sama.

Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang berkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi :

700 - 500 = 200batang
1990-1980 10 tahun

= 20 batang/tahun

Karakteristik dalam populasi antara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas dan mortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi.

Populasi juga dipengaruhi oleh migrasi makhluk hidup di suatu tempat

Migrasi terdiri dari imigrasi dan emigrasi.

Imigrasi adalah populasi di sutau daerah kedatangan satu atau lebih organisme dari daerah lain, sehingga akan menambah populasi di daerah tersebut.

Emigrasi adalah satu atau lebih organisme meninggalkan populasi di sutau daerah ke daerah lain, sehingga akan mengurangi populasi di daerah asal.

C. Komunitas

Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.

Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.

D. Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).


Komponen Abiotik

·         Udara

Udara terdiri atas beberapa gas antara lain nitrogen (78,09%), 0ksigen (20,93%) dan karbondioksida (0,03%). Nitrogen diperlukan oleh mahluk hidup untuk membentuk protein, oksigen untuk bernafas dan karbondioksida diperlukan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis

·         Angin

Angin adalah udara yang bergerak, diperlukan oleh tumbuhan untuk membantu penyerbukan dan persebaran spora

·         Kelembaban

Kelembaban adalah kandungan air di udara. Kelembaban dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan mempengaruhi kecepatan penguapan air dari permukaan tubuh mahluk hidup )

·         Suhu

Tinggi rendahnya suhu ditentukan oleh intensitas cahaya matahari yang diterima. Semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima, makin tinggi suhu. Mahluk hidup memiliki batas minimal, optimal dan maksimal terhadap suhu tertentu.

·         Cahaya

Cahaya matahari merupakan sumber utama energi di muka bumi. Sebagai komponen yang penting terhadap berlangsungnya proses fotosintesis pada tumbuhan. Dengan demikian cahaya matahari juga sebagai komponen utama dalam aliran energi pada rantai makanan

·         Mineral

Mineral sangat diperlukan oleh mahluk hidup untuk proses metabolisme tubuh. Contohnya pada tumbuhan memerlukan mineral untuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Mineral yang diperlukan dalam jumlah banyak disebut dengan makromolekul seperti karbon, hidogen, oksigen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium, natrium, magnesium. Sedangkan mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut mikromolekul. Contohnya seng, mangan, tembaga, timbal dll

·         Derajat keasaman (pH)

Biasanya mahluk hidup memerlukan pH netral untuk kelangsungan hidupnya. Namun beberapa jenis mahluk hidup mampu bertahan pada pH asam maupun basa

·         Topografi

Topografi adalah letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan air laut (altitude) atau dipandang dari garis bujur dan lintang (latitude)

 

INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM

1.     Interaksi antar  individu dalam satu spesies membentuk populasi

      Interaksinya disebut  interaksi intraspesifik (interaksi makhluk hidup yang jenisnya sama)

Interaksi intraspesifik mengakibatkan adanya

·         Kompetisi (makanan, perkawinan dan wilayah)

·         Kerjasama

 2.     Interaksi antarpopulasi membentuk komunitas. Interaksi seperti ini disebut sebagai interaksi interspesifik (interaksi antar makhluk hidup yang jenisnya tidak sama)

      Interaksi interspesifik mengakibatkan hubungan yang bersifat:

·         Simbiosis

Simbiosis merupakan hubungan yang sangat erat antara dua organisme yang berbeda spesies. Macam-macam simbiosis:

1.       Mutualisme

             Terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lain

Contoh: lebah dengan bunga

2.       Komensalisme

Terjadi jika dua spesies hidup bersama , satu spesies diuntungkan sedangkan yang lain tidak terpengaruh.

Contoh: ikan hiu dan remora

3.       Parasitisme

Jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan sedangkan yang lain dirugikan

Contoh: cacing pita yang hidup di usus halus manusia (endoparasit) dan tanaman benalu pada inangnya (ektoparasit)

4.       Amensalisme

Jika dua spesies hidup bersama, yang satu dirugikan namun yng lain idak diuntungkan

Contoh: rumput teki dengan tanaman lain. Rumput teki menghasilkan racun bagi tanaman lain, namun rumput teki tidak juga diuntungkan

 

·         Predasi

Merupakan jenis interaksi makan dan dimakan suatu spesies memangsa spesies yang lain. Misalnya kucing memangsa tikus

·         Kompetisi

Merupakan jenis interaksi antar organisme yang saling bersaing untuk mempertahankan hidup. Misalnya beraing untuk mendapatkan makan dan tempat hidup


3.     Interaksi antar komunitas dengan komponen abiotik 

        Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubungan antara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi.

Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru.

4.     Interaksi antar ekosistem membentuk bioma

·         Bioma Hutan Hujan Tropis

·         Bioma Hutan gugur

·         Bioma gurun

·         Bioma Padang Rumput

·         Bioma Savana

·         Bioma Tundra

·         Bioma Taiga

 




SUKSESI EKOLOGI

Adalah Usaha perkembangan suatau ekosistem untuk kembali ke keadaan semula (klimaks/seimbang/stabil), setelah mengalami kerusakan.

Macam-macam Suksesi

·      Suksesi Primer

     Yaitu usaha perkembangan suatau ekosistem untuk kembali ke keadaan semula (klimaks/seimbang/stabil), setelah mengalami kerusakan secara total.

Contoh: suksesi di P. Krakatau

Mekanisme suksesi primer: batuan àtumbuhan perintis à rumput àsemakàperdu àpohon à klimaks



·      Suksesi Sekunder

     Yaitu usaha perkembangan suatau ekosistem untuk kembali ke keadaan semula (klimaks/seimbang/stabil), setelah mengalami kerusakan secara sebagian.


Contoh: Suksesi pada rawa

 

POLA-POLA INTERAKSI DALAM EKOSISTEM

Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling mempengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Di dalam ekosistem terjadi rantai makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia.

A, Ranta Makanan

Yaitu peristiwa makan dan di makan dalam urutan tertentu seperti rantai.

Pada rantai makanan terjadi pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.


Beberapa Rantai Makanan :

1. Rantai Pemangsa
Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.

2. Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.

3. Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. 


B. Jaring-jaring makanan

Yiatu beberapa rantai makanan yang saling berkaitan.

Suatu rantai makanan tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan. 

Hal ini disebabkan karena :

1. Ada satu pemangsa yang memangsa lebih dari satu mangsa

2. Ada satu mangsa yang dimangsa oleh beberapa pemangsa





Aliran Energi

Terdapat pada:

 

·      Rantai Makanan

·      Jaring-jaring makanan

 

·      Piramida Ekologi

Piramida ekologi adalah susunan tingkatan trofik yang menunjukkan kepadatan populasi, berat organisme, maupun kemampuan menyimpan energi pada tiap trofik secara berurutan dalam ekosistem.



 


·      Daur air


·      Daur karbon

 


a. Piramida Jumlah

Piramida Jumlah menunjukkan jumlah organisme dalam tiap tingkatan.

Idealnya produsen harus lebih banyak supaya seimbang agar tidak menimbulkan kompetisi dan berujung pada penurunan populasi. Pada gambar di atas, jumlah tumbuhan lebih banyak daripada jumlah konsumen tingkat 1.

b. Piramida Biomassa

Piramida Biomassa menunjukkan berat organisme hidup dari masing-masing tingkatan trofik. Piramida ini terdapat di ekosistem terestrial dan akuatik.

Pada ekosistem terestrial, yang menjadi produsen adalah pohon yang memiliki massa lebih berat dibandingkan konsumen tingkat 1. Pada ekosistem akuatik, yang berperan sebagai produsen di laut adalah plankton, dengan massa kurang dari 1kg.

c. Piramida Energi

Piramida energi menunjukkan jumlah energi setiap tingkatan trofik.

Cahaya matahari sebagai sumber energi utama untuk tumbuhan. Energi cahaya berubah jadi energi kimia melalui rantai makanan. Pada piramida ini, jumlah energi yang bisa dimanfaatkan hanya sekitar 10%


DAUR BIOGEOKIMIA

Daur biogeokimia (atau siklus biogeokimia) adalah proses perputaran unsur-unsur kimia di alam, yang melibatkan interaksi antara organisme (komponen biotik) dan lingkungan abiotik (tanah, air, udara, dll).

Proses ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup makhluk hidup di Bumi. 

·      Daur nitrogen


·      Daur fosfor

 




 

 

 

 Sumber : https://inet.detik.com/science/d-5243212/ekosistem-pengertian-jenis-dan-komponennya-lengkap

https://www.google.com/search?q=daur+biogeokimia&rlz=1C1GCEU_enID1162ID1162&oq=daur+biogeokimia&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyDAgAEEUYORixAxiABDIHCAEQABiABDIKCAIQABiLAxiABDIKCAMQABiLAxiABDIKCAQQABiLAxiABDIKCAUQABiLAxiABDIHCAYQABiABDIHCAcQABiABDIHCAgQABiABDIKCAkQABiLAxiABNIBCDQxMTVqMWo0qAIAsAIB&sourceid=chrome&ie=UTF-8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 








Minggu, 21 Februari 2021

BUDIDAYA BONSAI

 

BUDIDAYA BONSAI

 


Kata "Bonsai" (sering salah eja sebagai bonzai atau banzai) adalah istilah Jepang yang berarti "Ditanam dalam Wadah".

Kata "Bon" adalah pot atau mangkuk tipis atau panci seperti nampan. Sementara kata “Sai” adalah pohon atau tanaman lain yang ditanam. jadi “Bonsai” berarti “pohon yang ditanam di wadah dangkal“.

 

Karakteristik Bonsai

Berikut adalah karakteristik tanaman pot bonsai yang secara umum biasanya ditemukan :

Profil yang tidak sedetail pohon asli tetapi memiliki ciri yang cukup untuk dengan mudah menunjukkan jenis pohon dewasa.

Kecilnya relatif, dibandingkan dengan pohon-pohon asli, untuk kemudahan transportasi dan kemampuan untuk disimpan di mana saja, terutama di dalam rumah.

Rasa kealamian yang telah diciptakan oleh intervensi manusia untuk lansekap.

Representasi khusus dari sesuatu yang jauh lebih dari bentuk itu sendiri, dan memungkinkan setiap orang untuk menafsirkan apa yang ditampilkan pada bonsai berdasarkan pengalaman dan ingatan seseorang.

Bonsai memiliki makna sesuatu dipegang dengan sangat hormat dan untuk sementara waktu dibawa ke rumah untuk tamu terhormat

Sebuah pohon / taman miniatur portabel atau dapat diangkut yang dapat mewakili musim dan lanskap favorit yang dekat untuk meditasi atau kontemplasi (tindakan mencari sesuatu dengan serius).

 

Wadah untuk Bonsai

Wadah untuk pohon-pohon mini ini bisa menjadi disesuaikan dengan minat tersendiri. Dibuat secara tradisional di Cina dan kemudian Jepang, wadah bonsai yang sebagian besar dibuat dari gerabah ini semakin banyak dibuat oleh pengrajin profesional dan amatir di seluruh dunia!

Menyesuaikan antara wadah dengan pohon bonsai yang dirancang bisa menjadi tantangan yang luar biasa. Wadah harus mendukung pohon bonsai serta menjadi bingkai yang menarik tetapi tidak menghilangkan kesan bonsai itu sendiri. Tujuan utama Bonsai adalah untuk menciptakan gambaran alam yang realistis. Beberapa jenis pohon Bonsai yang semakin kecil (beberapa inci), semakin menjadi abstrak, menyerupai alam dengan cara yang lebih tepat.

 

MANFAAT BONSAI

Secara umum manfaat bonsai hamper sama dengan tanaman yang lain yaitu :

1.    Penyedia oksigen

2.    Penyerap air

3.    Peredam bunyi

4.    Menambah keindahan

5.    Bernilai ekonomi


MACAM MACAM GAYA BONSAI

Dalam Membentuk Bonsai terdapat beberapa acuan gaya tertentu sebagai panduan. Beberapa gaya tersebut antara lain:

1. Gaya Leaning (Condong).

 



Gaya ini membuat bonsai seakan-akan seperti pohon besar yang condong atau miring ke arah tertentu, baik kir, kanan, dan belakang.Untuk Gaya ini Bonsai di upayakan agar tidak condong ke depan karena secara estetika akan merusak pandangan.

2. Gaya Semi Cascade (Semi Air terjun).

 



Gaya ini menampakkan bahwa sebuah bonsai setengah menjulur ke bawah hampir mirip air terjun. Memandang bonsai jenis ini membawa kita pada indahnya pemandangan pepohonan yang tumbuh di jurang.

3. Gaya Formal Upright (tegak lurus).

 



Gaya ini menampilkan bonsai dengan batang yang tegak lurus dan terlihat formal. Layaknya pohon biasa yang tumbuh di tanah datar sehingga tampak tegak lurus dan kokoh.

4. Gaya Informal Upright (Tegak Meliuk).

 



Gaya ini menampilkan bonsai tegak tetapi tidak lurus, terkadang meliuk atau bengkok kiri, atau kanan, atau bealakang. Ini menampakkan fenomena alam bahwa tidak semua pohon berdiri tegak dan lurus.

5. Gaya Cascade (Air Terjun).

 



Gaya ini menampilkan bonsai yang mirip air terjun dengan batang dari atas menjulang ke bawah layaknya air terjun. Melihat bonsai jenis ini mengingatkan kita pada indahnya air terjun di pegunungan yang tinggi menjulang.

6. Gaya Roots Over Rock (Menumpang di Atas Batu).

 



Bonsai dengan gaya ini menampilkan perpaduan antara keindahan batu yang dililit akar bonsai dengan keindahan bonsai itu sendiri.

7. Gaya Double Trunk (Batang Ganda).

 



Kalau kita melihat ke alam terkadang nampak ada pohon yang batang besarnya bercabang dua. Maka dalam dunia bonsai model ini dipakai menjadi salah satu gaya. Model ini tidak kalah indahnya dengan model yang lain.

 

8. Gaya Windswpt (Tertiup Angin).

 



Gaya ini mengingatkan kita pada pohon-pohon di pinggir pantai yang dahan dan daunnya menjulur ke satu arah saja karena tiupan angin laut yang kencang. Dalam membentuk model ini dahan dan ranting kita arahkan pada satu arah supaya terluhat seperti tertiup angin.

9. Gaya Raft (Batang Banyak) .

 


Gaya ini mirip rakit yang diikat dari beberapa dahan kemudian di pakai para nelayan ketika di sungai. Dengan menonjolkan beberapa batang yang akarnya tampak menyatu akan menimbulkan citra tersendiri dalam keindahan bonsai.

10. Gaya Group (berkelompok).

 

Gaya ini menampilkan bonsai seakan-akan tumbuh seperti di hutan, berhimpitan stau dengan yang lainnya. Dengan menggunakan gaya ini bonsai akan menampakkan dirinya seolah-olah hidup di alam bebas.

Beberapa gaya di atas tentu tidak harus mutlak ditiru, karena pada dasarnya membentuk bonsai adalah kreasi tangan–tangan seniman yang tentu punya gaya dan cita rasa tersendiri, selain itu juga masih banyak model lain untuk bisa dikembangkan menjadi salah satu gaya dalam bonsai. Yang terpenting beberapa gaya ini bisa menjadi acuan dasar dalam membentuk bonsai.


BBEBERAPA TANAMAN UNTUK BONSAI

1.    Bonsai Kelapa

2.    Bonsai Serut

3.    Bonsai Kemuning

4.    Bonsai Beringin

5.    Bonsai Asem

6.    Bonsai Ginseng

7.    Bonsai Pinus

8.    Bonsai Cherry Blossom

9.    Bonsai Delima Mini

10. Bonsai Bougenville

 

PERALATAN UNTUK MEMBUAT BONSAI

 

1.    Gergaji

2.    Tang

3.    Kawat bosai

4.    Gunting daun

5.    Tatah ukir

6.    Span screw

7.    Screw clamps

8.    Tali raffia

 

 

BEBERAPA ISTILAH  DALAM  BUDIDAYA BONSAI

 

1.   Pruning

adalah teknik menggunduli atau mencukur daun pada tumbuhan bonsai yang tujuannya adalah agar daun bonsai menjadi kecil dan terlihat lebih harmonis dengan batangnya.

 

2.   Grounding

Tanaman bahan bonsai ditanam di lahan bebas tanpa pot untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.


sumber : https://www.arsitur.com/2019/05/bonsai-pengertian-dan-jenis-tanaman.html

DAMPAK PERUBAHAN LINGKUNGAN

Lingkungan : Merupa  Kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan mahluk hidup termasuk perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan ...