Minggu, 01 Agustus 2021

 

BUDIDAYA TANAMAN HIAS

 

1.   Pengertian Tanaman Hias

 Tanaman hias adalah semua jenis tanaman yang bermanfaat untuk menambah keindahan dan kecantikan baik itu tanaman hias bunga, daun, batang, maupun akar. Dari penjelasan ini jelas tanaman hias adalah segala tanaman yang ditanam untuk estetika keindahan sehingga jenis-jenisnya pun ada beraneka ragam. Bisa berupa tanaman bunga, pohon, bahkan buah-buahan dan sayuran pun dapat digolongkan sebagai tanaman hias selama mereka memberikan unsur keindahan.

      Tanaman hias umumnya sengaja ditanam dengan tujuan memberikan kesan indah baik untuk dalam ruangan maupun untuk di luar ruangan. Tanaman hias tidak hanya memberikan unsur keindahan saja, tetapi juga memberikan berbagai manfaat. Manfaat yang didapatkan ini akan bergantung dari jenis tanaman yang dipilih.

 

Manfaat Budidaya Tanaman Hias

 Nah, setelah sebelumnya kita mengetahui apa itu pengertian budidaya tanman hias, maka kita akan beranjak tentang apa saja fungsinya? Seperti halnya fungsi budidaya tanaman hias bagi lingkungan. Berikut penjabaran dari beberapa jenis fungsi dari budidaya tanman hias tersebut:

 

1. Peluang Usaha

 Kita tahu, bahwasanya tanaman hias adalah jenis tanaman indah dan emmukau, tentu saja ada banyak sekali orang yang menginginkan tanaman ini. Inilah mengapa fungsi pertama dari budidaya tanman hias adalah sebagai salah satu sumber usaha dan mata pencaharian. Tidak sedikit pembudidaya tanaman hias meraup keuntungan fantastis setiap harinya.

 Mereka hanya perlu berfokus pada tanaman hias tersebut, mencari tahu jenis tanman hias yang banyak diinginkan oleh pasaran dan mengembangkannya dengan baik. Usaha budidaya tanman hias ini sama dengan cara budidaya pembesaran ikan nila, butuh kesabaran dan perawatan yang cukup.

 

2. Mengembangkan Jenis Tanaman Hias

 Dengan melakukan usaha budidaya tanman hias, maka tidak dipungkiri lagi bahwa anda sedang melakukan usaha pengembangan dan melestarikan jenis dari tanman hias tersebut. Saking banyaknya jenis dan varietas dari tanman hias, banyak yang sudah menjadi langka dan terlupakan. Oleh karena ini, peranan dari budidaya tanaman hias amatlah besar.

 Dengan melakukan aktifitas budidaya maka masyarakat yang tadinya kurang mengenali jenis tanman hias tersebut menjadi lebih mengenanlinya. Bahkan tidak sedikit jenis tanman hias yang bernilai sangat tinggi karena memang lamngka dan memiliki tingkat kesulitan tinggi untuk dikembangkan dnegan baik.

 

3. Menggemburkan Tanah

 Baik itu tanaman hias, tanaman buah ataupun herbal dan jenis tanaman lain memiliki peranannya masing masing seperti manfaat budidaya jamur. Begitu juga dengan tanaman hias ini, dengan ikut membudidayakan tanamn hias, maka anda ikut berkontribusi dalam menggemburkan serta menyuburkan tanah tempat budidaya atau penanaman dari tanman tersebut.

 Karena dengan banyaknya jenis tanaman yang ditanaman di tanah maka akan membantu dalam penyuburan dari tanah tersebut. Ini terjadi akibat akar tanman yang akan membantu dalam menggemburkan tanah dan emmudahkan mikroorganisme melakukan proses penguraian zat penting.

 

4. Memperindah Lingkungan

 Sudah bukan hal yang aneh lagi jika tanaman hias menjadi salah satu alternatif untuk memperindah lingkungan. Jika ditanaman dan disusun dengan baik, tentunya tanman ini nantinya bisa membuat siapapun menjadi lebih nyaman dan betah untuk berlama-lama dilingkungan tersebut.

 

5. Penghijauan

 Penghijauan adalah salah satu proses yang penting di dalam kehidupan di bumi. Ada banyak hal negatif yang bisa terjadi jika kita mengabaikan aktifitas penghijauan ini. Salah satunya adalah erosi dan banyaknya bencana alam seperti cara agar petani indonesia lebih sejahtera.

 

6. Mengatasi erosi

 Akar dari tanaman apapun akan bagus dan kuat dalam menahan dan menyimpan air. Hingga bisa menghindari terjadinya masalah erosi yang kerap terjadi pada lahan yang gundul alias tidak memiliki banyak pepohonan maupun tanman yang bisa menahan laju air di dalam tanah.

 Walaupun terlihat sangat kecil dan mungkin terlihat rapuh, namun kombinasi dari pepohonan dan tanaman hias bisa menjadi hal positif untuk mengembalikan kesuburan alam. Bahkan ini baik sebagai tameng agar bencana tidak kian marak terjadi, termasuk masalah erosi maupun banjir.

 

7. Mengembalikan Kualitas Udara

 Dengan membudidayakan tanaman hias, maka udara di sekitar lingkungan tersebut akan kembali bersih, jernih dan sehat. Karena tumbuhan akan emmberikan dampak besar dalam penyaringan udara bersih. banyaknya tanman maka akan membuat suasana atau lingkungan menghasilkan jenis udara yang bersih.

 

Dan hal inilah yang seharusnya didapati ketika kita melakukan budidaya tanaman hias, baik disekitar rumah maupaun di lingkungan tempat tinggal. dengan gerakan budidaya tanaman hias maka lingkungan akan menjadi lebih asri dan udara sekitar akan lebih baik serta segar. Untuk itulah diperlukan gerakan budidaya yang dilakukan secara serentak.

 

8. Lingkungan Yang Baik

 perbandingan antara lingkungan yang dilengkapi dengan budiaya tanman hias serta yang tidak sangatlah terlihat. dimana lingkungan yang tidak memiliki tanman hias akan terlihat lebih gersang dan tidak menarik, begitu juga sebaliknya. Jadi, usahakan untuk selalu memelihara dan menanam tanman hias untuk mendapatkan lingkungan yang terbaik.

 Bayangkan saja jika lingkungan kita dipenuhi dnegan udidaya tanman hias, maka akan terlihat lebih indah dan bewarna. Inilah yang mendorong orang-orang untuk selalu membudidayakan tanman hias di tempat tinggal mereka. agar kebersihan dan keasrian lingkungan kian terjaga

  

2.   JENIS TANAMAN HIAS

  Produk tanaman hias dapat dikelompokkan sebagai tanaman hias pot (pot plant) dan tanaman hias potong (cut flower).

       Ada banyak sekali macam dan nama jenis tanaman hias di dunia ini. Sangat banyak ragamnya dan jenis tumbuhan akan berbeda sesuai cuaca di suatu negara. Di negara Indonesia kurang lebih ada ratusan nama tanaman hias dan mungkin bisa muncul baru kapan saja jika seseorang menganggap bisa dijadikan hiasan.

 A. JENIS TANAMAN HIAS BUNGA

     Bunga adalah yang paling populer dan sangat identik dengan hiasan, tetapi tidak semua bunga masuk kategori hiasan. Tanaman bunga bisa ditanam di pot, taman, atau di teras rumah. Biasanya kurang cocok di taruh di dalam ruangan, kaena bunga butuh sinar matahari untuk mekar. Contoh bunga hias adenium, melati, bugenvil, kenanga, alamanda, mawar, dan amarilis.

 

B. JENIS TANAMAN HIAS DAUN

     Tidak hanya bunga, jenis daun bahkan lebih disukai menjadi hiasan karena bentuknya yang unik dan lebih awet atau tidak gugur. Ini cocok jika ingin hiasan di dalam rumah karena daun tidak adai mudah layu, mudah dibersihkan, dan awet. Yang paling disukai adalah jenis Aglaonema, puring, dan pakis.

 

C. JENIS TANAMAN HIAS POHON

     Jenis tanamn hias ini biasanya ditaruh di pot atau di tanah di halaman rumah. Contoh jenis tanaman ini adalah bonsai. Bonsai merupakan salah satu jenis tanaman hias yang sangat populer. Bentuk bonsai beraneka ragam.

 

D. JENIS TANAMAN HIAS GANTUNG

     Tanaman hias gantung adalah tanaman hias yang diletakan dengan cara digantung. Tanaman hias jenis ini biasanya tanaman yang bagian tubuhnya menjalar panjang sehingga sangat bagus jika di gantung.

 Contoh : begonia, lantana, pelargonium, atau geranium.

 

 PROSES PRODUKSI BUDI DAYA TANAMAN HIAS

 

         Sarana produksi yang diperlukan dalam budi daya tanaman hias hampir sama dengan tanaman pangan. Tanaman pangan umumnya di budidayakan dalam lahan yang terhampar, sedangkan tanaman hias dapat juga dibudidayakan dalam pot atau polibag di tempat terbuka atau ternaungi di pekarangan. Media tanam pot dapat berupa tanah yang dicampur dengan pupuk kandang atau berbagai media tanam ,berikut adalah bahan untuk budi daya tanaman hias :

 * Benih atau bibit

  * Media tanam

  * Pupuk

  * Zat pengatur tumbuh

 * Pestisida

 * Mulsa plastik (plastik penutup media tanam)

 * Sungkup (plastik penutup bunga / daun)

 * Polybag atau pot

  

Dan berikut ini adalah teknik budi daya untuk tanaman hias :

 1.Persiapan Lahan / Media Tanam

         Persiapan ini dilakukan untuk menyediakan media tumbuh yang sesuai untuk setiap tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kondisi tanah yang gembur sangat dibutuhkan untuk budi daya tanaman. Jika diperlukan ,lahan tanam dapat diberi dengan tambahan pupuk kandang.

 

 2.Pembibitan

         Perbanyakan bahan tanaman hias dapat dilakukan melalui perbanyakan sexual dengan menggunakan biji dan perbanyakan vegetatif dengan menggunakan organ vegetatif. Perbanyakan sexual dilakukan melalui biji yang merupakan hasil pembuahan gamer betina oleh gamet jantan yang didahului oleh penyerbukan.

          Biji yang dijadikan benih sebaiknya dipanen dari induk yang sehat, sebelum ditanam, biji  disemai terlebih dahulu. Penyemaian dilakukann di lahan yang berbentuk bedengan, lahan untuk persemaian juga harus gembur sehingga memudahkan perkecambahan benih. Persemaian benih dilakukan di tempat yang agak terlindung dari panas matahari atau dapat diberikan naungan paranet.

               Persemaian benih juga dilakukan di bak plastik, tray atau pot plastik. Media semai yang digunakan adalah tanah yang dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 atau dua bagian tanah dan satu bagin pupuk kandang. Selama persemaian, media semai dijaga kelembabannya dengan melakukan penyiraman. Contoh tanaman hias yang diperbanyak dengan benih adalah Anthurium dan Adenium.


 3.Penanaman

            Penanaman dilakukan jika lahan tanam sudah gembur. Jika terlalu kering, lahan dapat disiram terlebih dahulu. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari.

 

4.Pemupukan

             Pemupukan adalah penambahan unsur hara untuk mencukupi kebutuhan tanaman. Pupuk dapat diberikan ke media atau disemprot langsung ke tanaman, jenis pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk organik atau anorganik

 

5.Pemeliharaan

 Pemeliharaan meliputi:

 Penyulaman (menanam kembali tanaman yang mati, rusak, atau pertumbuhan tidak normal)

 Penyiraman (dilakukan pada pagi atau sore hari, jika cuaca panas penyiraman dilakukan setiap hari)

 Pembubuhan (untuk memperbaiki aerasi tanah, yaitu udara dalam tanah bergantian dengan udara di atmosfer. Serta menutup pangkal tanaman atau bagian tanaman yang berada di dalam tanah)

 Penyiangan (membersihkan gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman)

 

 6.Pengendalian OPT

              Pengendalian OPT ini dilakukan untuk mencegah mengendalikan organisme yang mengganggu pertumbuhan, produksi, dan kualitas hasil tanaman. Pengendalian ini dapat dilkukan dengan menggunakan tanaman yang terserang serta memungut hama pengganggu tanaman.

  

7.Panen dan Pascapanen

                Panen dan Pascapanen harus dilakukan dengan hati - hati agar tidak kehilangan hasil dan penurunan kualitas hasil panen. Panen dilakukan pada pagi atau sore hari, pascapanen tanaman hias disesuaikan dengan produk budi dayanya (Tanaman hias daun ,bungan potong ,tanaman dalam pot).

  

Perhitungan Harga Budi Daya Tanaman Hias

 

        Biaya yang harus dimasukkan ke dalam perhitungan penentuan harga pokok produksi yaitu biaya investasi, biaya tetap (listrik, air, penyusutan alat / gedung), serta biaya tidak tetap (bahan baku, tenaga kerja, dan overhead). Biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku utama ,bahan tambahan maupun bahan tambahan.

         Semua biaya tersebut adalah komponen yang akan menentukan harga pokok produksi suatu produk. Kuantitas produk sangat mempengaruhu harga produk. Harga Pokok Produksi (HPP) dihitung dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sejumlah produk. Penetapan Harga Jual Produk (HJP) diawali dengan penetapan HPP/unit dari setiap produk yang dibuat. HPP/unit adalah HPP dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan.

  

Pemasaran Langsung Budi Daya Tanaman Hias

 

        Pemasaran merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk mencapai tujuan usaha dalam rangka mendapatkan laba yang direncanakan. Strategi yang perlu dilakukan saat melakukan pemasaran langsung adalah 4P (Product, Price, Place, Promotion)

 Product = Ada sebuah barang atau produk yang akan di pasarkan

 Price = Ada harga yang tercantum pada produk tersebut

 Place = Terdapat tempat yang tersedia untuk melakukan kegiatan promosi

 Promotion =  Barulah kegaiatan promosi dapat dimulai jika sudah memenuhi strategi

 

 Perumusan Hasil Kegiatan Usaha Untuk Budi Daya Tanaman Hias

 

        Saluran distribusi menjadi bagian penting dalam proses penyampaian produk dari produsen ke konsumen akhir. Sebagus apa pun produknya dan segencar apa pun promosinya, tanpa pemilihan saluran distribusi yang tepat maka tidak akan membuat prduk tersebut bisa sampai pada konsumen dan diterima dengan baik oleh konsumen.

         Saluran distribusi terdiri atas beberapa rantai yang saling terkait dan memengaruhi, beberapa rantai tersebut antara lain adalah supplier, manufacturer, dustributor, dan retailer serta pelanggan. Rantai distribusi juga merupakan suatu jaringan dari organisasi value chain yang menjalankan fungsi menghubungkan produsen dan konsumen. Kegiatan yang dilakukann oleh para penyalur ini pada prinsipnya akan mengurangi hubungan langsung antara produsen dan konsummmen, yang secara tidak

 

Sumber :

 https://www.ayokbelajar.com/prakarya-dan-kewirausahaan-budi-daya-tanaman-hias-pengertian-jenis-dan-peluang-usaha/

 http://yainipokoknyamah.blogspot.com/


Selasa, 27 Juli 2021

Sel - Transport Melalui Membran

 

Transpor Melalui Membran – Transpor Pasif dan Aktif

 Sebuah sel dalam tubuh organisme multiseluler dibungkus oleh sebuah membran, yaitu membran sel. Selain sebagai pembungkus sel, membran sel juga berperan dalam transpor zat. Membran ini juga menghalangi gerak ion dan molekul melewati membran. Kondisi tersebut penting untuk menjaga kestabilan pH, menjaga konsentrasi ion dalam sel, untuk kegiatan enzim, mengeluarkan sisa – sisa metabolisme yang bersifat racun, dan memasok ion – ion yang penting dalam kegiatan saraf dan otot. Organisme multiseluler seperti pada tumbuhan, hewan, dan manusia mempunyai sistem transportasi di dalam tubuhnya. Transportasi tersebut melibatkan sel atau membran sel. Terdapat dua jenis transpor melalui membran, yaitu transpor pasif dan aktif.

Membran sel tersusun atas senyawa fosfolipid, protein, dan karbohidrat. Sifat membran sel adalah semipermeabel yang hanya dilewati oleh beberapa zat saja. Adanya transpor melalui membran karena adanya gerakan – gerakan yang terjadi pada selaput organel dalam sel.

 


Transpor Melalui Membran

Seperti yang telah disebutkan di awal bahwa tranpor melalui membran terdiri dari tranpor pasif dn aktif. Apa itu transpor pasif? Apa itu transpor aktif? Apa perbedaan dari kedua jenis transpor melalui membran ini? Melalui ulasan di bawah ini sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya.

Transpor Pasif

Transpor pasif merupakan perpindahan zat yang tidak memerlukan energi. Perpindahan zat ini terjadi karena perbedaan konsentrasi antara zat atau larutan. Peristiwa transpor pasif terdiri dari difusi, difusi terbantu, dan osmosis.

 Difusi

Difusi adalah gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah lain dengan konsentrasi lebih rendah. Gerakan pada peristiwa difusi disebabkan oleh energi kinetik molekul – molekul tersebut. Hasil akhir dari peristiwa difusi adalah tercapainya tahap keseimbangan. Kecepatan difusi melalui membran sel tergantung pada perbedaan konsentrasi, ukuran molekul, muatan, daya larut partikel – partikel dalam lipid, dan suhu.

 


Transpor Pasif - Difusi

Contoh peristiwa difusi:

 Setetes tinta akan menyebar ke seluruh air di dalam gelas

Bau wangi setetes parfum akan menyebar ke seluruh ruangan

Satu sendok garam/gula akan menyebar ke seluruh air di dalam gelas

Terjadinya pertukaran oksigen dan karbondioksida di alveolus

Uap air dari ceret yang sedang mendidih akan berdifusi ke udara sekitarnya 

Molekul teh dari kantung teh akan menyebar ke seluruh air dalam gelas

Sebuah balon helium perlahan mengempis sedikit demi sedikit setiap hari saat helium berdifusi melalui balon ke udara

Gelembung karbondioksida berdifusi dari soda yang terbuka menjadikannya rata   

Menempatkan batang seledri yang layu di dalam air, air akan berdifusi ke dalam tanaman, membuatnya menjadi kuat kembali

Air berdifusi pada mie yang sedang dimasak, membuatnya lebih besar dan lebih lembut

Difusi Terbantu

Difusi terbantu merupakan proses difusi yang berlangsung dengan bantuan protein pembawa dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi terbantu sangat tergantung pada suatu mekanisme transpor dari membran sel. Molekul yang melewati membran secara difusi terbantu yaitu molekul-molekul yang berukuran besar.

 

Contoh peristiwa difusi terbantu dapat ditemui pada bakteri Escherichia coli yang diletakkan pada media laktosa. Membran sel bakteri tersebut bersifat impermeabel (tidak dapat ditembus) sehingga tidak dapat dilalui oleh laktosa. Setelah beberapa menit kemudian bakteri akan membentuk enzim dari dalam sel yang disebut permease, yang merupakan suatu protein sel. Enzim permease tersebut akan membuat jalan bagi laktosa sehingga laktosa ini dapat masuk melalui membran sel.

Peristiwa difusi terbantu juga terdapat pada proses molekul glukosa melewati membran sel.

Osmosis

Osmosis adalah perpindahan molekul dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonis) menuju konsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semipermeabel). Kondisi akhir dari peristiwa osmosis adalah diperoleh larutan isotonis. Isotonis adalah konsentrasi yang sama untuk dua larutan. Walaupun hasil akhirnya nanti akan memiliki volume yang berbeda.

 


Peristiwa Osmosis sebagai Transpor Pasif

Perhatikan gambar yang menunjukkan peristiwa osmosis di atas. Larutan pada bagian X merupakan hipotonik dan larutan Y merupakan hipertonik. Kondisi terserbut akan membuat larutan X berkurang dan menuju ke Y melalui M (membran semi permeabel).

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi peristiwa osmosis. Beberapa faktor yang mempengaruhi osmosis antara lain adalah sebagai berikut.

Ukuran molekul: semakin kecil ukuran molekul maka semakin cepat melewati membran sel.

Luas permukaan: Jika luas permukaan membran sel semakin luas maka semakin besar proses atau daya serap membran sel tersebut.

Ketebalan membran: membran yang tipis akan lenih memudahkan proses perpindahan larutan sehingga osmosis jauh lebih cepat.

Tingkat larutan: molekul dengan tingkat kelarutan tinggi akan jauh lebih mudah untuk berpindah dibanding molekul yang tingkat kelarutannya rendah.

Suhu: semakin tinggi suhu maka proses penyerapan zat akan semakin cepat.

Contoh peristiwa osmosis tarjadi pada:

Proses pemasangan infus pada pasien

Penyerapan air dan unsur hara dari dalam tanah oleh rambut akar

Pemberian garam pada sayur dan buah sehingga sayur dan buah menjadi lemas atau layu

Mengerutnya sel darah merah yang dimasukkan ke dalam larutan hipertonis

Baca Juga: Praktikum Biologi – Tekanan Osmosis pada Kentang

 

Transpor Aktif

Transpor aktif merupakan gerakan ion dan molekul melawan suatu gradien konsentrasi dengan menggunakan energi untuk masuk atau keluar sel melalui membran sel. Energi yang digunakan dalam transpor aktif berupa ATP. Transpor aktif berjalan dari larutan yang memiliki konsentrasi rendah ke larutan yang memiliki konsentrasi tinggi. Kondisi akhir dari transpor aktif adalah tercapai keseimbangan di dalam sel. Peristiwa pada transpor aktif meliputi pompa ion, kotranspor, endositosis, dan eksositosis.

Pompa Ion

Pompa ion adalah transpor ion melalui membran dengan cara melakukan pertukaran ion dari dalam sel dengan ion di luar sel. Pompa ion ada 3 jenis yaitu unipor, simpor, dan antipor.

Unipor: terjadi antara suatu jenis zat yang berlangsung secara searah.

Simpor: terjadi antara dua zat atau lebih yang berlangsung secara searah.

Antipor: terjadi antara dua zat atau lebih yang berlangsung dalam dua arah.

Contoh pompa ion terjadi pada natrium – kalium pada sel hewan. Sel hewan memiliki konsentrasi ion K+ lebih tinggi dan ion Na+ jauh lebih rendah dibandingkan dengan lingkungannya. Membran sel hewan mempertahankan konsentrasi ion melawan gradien konsentrasi dengan memompa ion Na+ ke luar dan ion K+ masuk ke dalam sel.

Kotranspor

Kotranspor adalah transpor aktif dari zat tertentu yang dapat menginisiasi transpor zat terlarut lainnya. Kotranspor dilakukan oleh dua protein transpor dengan energi berupa ATP.

Contoh peristiwa kotranspor terjadi pada pompa proton yang menggerakkan transpor sukrosa pada sel tumbuhan. Proton keluar dari sel melalui suatu protein transpor pada membran, kemudian ion H+ yang keluar tersebut membawa sukrosa untuk memasuki sel melalui protein transpor lainnya.

Mekanisme peristiwa kotranspor sukrosa H+ berguna untuk memindahkan sukrosa hasil fotosintesis ke sel berkas pembuluh daun. Kemudian akan didistribusikan ke organ nonfotosintetik melalui jaringan vaskuler tumbuhan.

Endositosis

Endositosis merupakan peristiwa pembentukan kantong membran sel. Endositosis terjadi karena ada transfer larutan atau partikel ke dalam sel. Pada endositosis, makromolekul dikelilingi oleh membran plasma yang melipat membentuk vesikula, kemudian vesikula tersebut masuk ke dalam sel. Endositosis terdiri dari dua yaitu fagositosis, pinositosis, dan endositosis yang diperantarai reseptor.

 


Transpor Aktif - Endositosis

Fagositosis: peristiwa terjadi pada saat sel menelan partikel padat dengan pseudopodia, selanjutnya partikel dibungkus di dalam kantong membran yang besar. Peristiwa fagositosis terjadi pada benda padat yang ukurannya lebih besar. Pengamatan fagositosis dapat dilakukan pada amoeba menggunakan mikroskop.

Pinositosis: merupakan peristiwa masuknya sejumlah kecil medium kultur dengan membentuk lekukan – lekukan membran sel. Peristiwa pinositosis terjadi bila konsentrasi protein dan ion tertentu pada medium sekeliling sel sesuai dengan konsentrasi di dalam sel. Proses pinositosis dapat diamati dengan mikroskop elektron. Bebebrapa sel yang melakukan proses pinositosis antara lain terdapat pada sel darah putih, epitel usus, dan makrofag hati.

Endositosis yang diperantai reseptor: terjadi ketika fluida ekstraseluler yang terikat pada reseptor spesifik yang berkumpul pada lubang yang dilapisi protein pada membran plasma. Selanjutnya, akan membentuk vesikula. Transpor ini bertujuan untuk memperoleh substansi spesifik dalam jumlah besar. Contoh peristiwa endositosis yang diperantai reseptor teerdapat pada penyerapan kolestrol untuk sintesis membran dan prekusor sintesis steroid lainnya.

 Sumber : https://idschool.net/sma/transpor-melalui-membran-transpor-pasif-dan-aktif/

Video Pembelajaran : Osmosis Sumber : Bebisik chanel





 

Kamis, 25 Februari 2021

EKOSISTEM

 

EKOSISTEM

 

Oikos     : Rumah/ tempat tinggal

Systema : terdiri dari komponen komponen yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya

 

Ekosistem adalah :

Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Ilmu yang mempelajari tentang ekosistem adalah : Ekologi 


Komponen ekosistem

  • Komponen Biotik
  • Komponen abiotik

 

Komponen Biotik

Komponen biotik meliputi semua jenis mahluk hidup. Setiap komponen biotik berinteraksi dengan komponen biotik lainnya untuk memenuhi keperluan hidupnya terutama berkaitan erat dengan makanan dan tempat tinggal

·         Produsen

Salah satu ciri dari produsen adalah dapat menyusun makanannya sendiri. Sehingga disebut organisme autotrof. Yang termasuk proodusen diantaranya adalah cyanophyta, ganggang, tumbuhan lumut, paku dan tumbuhan biji

·         Konsumen

Konsumen adalah organisme yang tidak dapat menyusun makanannya sendiri, disebut organisme heterotrof. Organisme yang berperan sebagai konsumen dalam ekosistem meliputi hewan dan manusia. Dikelompokkan berdasar jenis makanannya yaitu:

a.       Herbivora ( pemakan tumbuhan )

b.       Karnivora ( pemakan daging )

c.        Omnivora (pemakan tumbuhan dan daging ) contohnya ayam, tikus dan manusia

·         Decomposer/ pengurai

Yaitu kelompok mahluk hidup yang mampu menguraikan sisa-sisa zat organik yang berasal dari mahluk hidup yang sudah mati. Hasil penguraian oleh dekomposer akan digunakan kembali oleh produsen

Organisme dekomposer adalah: jamur, bakteri, dan cacing

·         Detrivor

Detrivor merupakan organisme pemakan serpihan-serpihan organik (detritus). Detritus merupakan hancuran jaringan mahluk hidup termasuk hewan dan tumbuhan

Organisme detrivor adalah: luwing, cacing, rayap, kutu kayu, bintang laut

·         Scavenger/predator/parasite

Scavenger adalah kelompok organisme pemakan bangkai. Contohnya burung gagak dan hyena


Tingkatan-tingkatan Organisme

A. Individu
Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang manusia. Dalam mempertahankan hidup, setiap jenis dihadapkan pada masalah-masalah hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan, mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara anaknya. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. 

Hewan juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur dan tingkah laku demikian disebut adaptasi.


Adaptasi individu/organisme terhadap Lingkungan

1. Adaptasi morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan hidupnya. Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.
a. Gigi-gigi khusus
Gigi hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik mangsanya.

b. Moncong
Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut, rayap, dan serangga lain yang merayap. Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.

c. Paruh
Elang memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya.

d. Daun
Tumbuhan insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar, memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap. Dengan enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.

e. Akar
Akar tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan bakau untuk bernapas.

2. Adaptasi fsiologi
Adaptasi fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut.

a. Kelenjar bau
Musang dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan diri dari musuhnya.

b. Kantong tinta
Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita.

c. Mimikri pada kadal
Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya.

3. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya sebagai berikut :

a. Pura-pura tidur atau mati
Beberapa hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati seekor anjing.

b. Migrasi
Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut.

B. Populasi
Populasi adalah sekumpulan makhluk hidup sejenis yang berada pada tempat dan waktu yang sama.

Ukuran populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi ini disebut dinamika populasi. Perubahan ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya adalah kecepatan perubahan dalam populasi. Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang. Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus. Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yang berkurang dengan lamanya waktu perubahan terjadi :

700 - 500 = 200batang
1990-1980 10 tahun

= 20 batang/tahun

Karakteristik dalam populasi antara lain : kepadatan (densitas), laju kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), potensi biotik, penyebaran umur, dan bentuk pertumbuhan. Natalitas dan mortalitas merupakan penentu utama pertumbuhan populasi.

Populasi juga dipengaruhi oleh migrasi makhluk hidup di suatu tempat

Migrasi terdiri dari imigrasi dan emigrasi.

Imigrasi adalah populasi di sutau daerah kedatangan satu atau lebih organisme dari daerah lain, sehingga akan menambah populasi di daerah tersebut.

Emigrasi adalah satu atau lebih organisme meninggalkan populasi di sutau daerah ke daerah lain, sehingga akan mengurangi populasi di daerah asal.

C. Komunitas

Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.

Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.

D. Ekosistem
Antara komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).


Komponen Abiotik

·         Udara

Udara terdiri atas beberapa gas antara lain nitrogen (78,09%), 0ksigen (20,93%) dan karbondioksida (0,03%). Nitrogen diperlukan oleh mahluk hidup untuk membentuk protein, oksigen untuk bernafas dan karbondioksida diperlukan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis

·         Angin

Angin adalah udara yang bergerak, diperlukan oleh tumbuhan untuk membantu penyerbukan dan persebaran spora

·         Kelembaban

Kelembaban adalah kandungan air di udara. Kelembaban dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan mempengaruhi kecepatan penguapan air dari permukaan tubuh mahluk hidup )

·         Suhu

Tinggi rendahnya suhu ditentukan oleh intensitas cahaya matahari yang diterima. Semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima, makin tinggi suhu. Mahluk hidup memiliki batas minimal, optimal dan maksimal terhadap suhu tertentu.

·         Cahaya

Cahaya matahari merupakan sumber utama energi di muka bumi. Sebagai komponen yang penting terhadap berlangsungnya proses fotosintesis pada tumbuhan. Dengan demikian cahaya matahari juga sebagai komponen utama dalam aliran energi pada rantai makanan

·         Mineral

Mineral sangat diperlukan oleh mahluk hidup untuk proses metabolisme tubuh. Contohnya pada tumbuhan memerlukan mineral untuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Mineral yang diperlukan dalam jumlah banyak disebut dengan makromolekul seperti karbon, hidogen, oksigen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium, natrium, magnesium. Sedangkan mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut mikromolekul. Contohnya seng, mangan, tembaga, timbal dll

·         Derajat keasaman (pH)

Biasanya mahluk hidup memerlukan pH netral untuk kelangsungan hidupnya. Namun beberapa jenis mahluk hidup mampu bertahan pada pH asam maupun basa

·         Topografi

Topografi adalah letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan air laut (altitude) atau dipandang dari garis bujur dan lintang (latitude)

 

INTERAKSI ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM

1.     Interaksi antar  individu dalam satu spesies membentuk populasi

      Interaksinya disebut  interaksi intraspesifik (interaksi makhluk hidup yang jenisnya sama)

Interaksi intraspesifik mengakibatkan adanya

·         Kompetisi (makanan, perkawinan dan wilayah)

·         Kerjasama

 2.     Interaksi antarpopulasi membentuk komunitas. Interaksi seperti ini disebut sebagai interaksi interspesifik (interaksi antar makhluk hidup yang jenisnya tidak sama)

      Interaksi interspesifik mengakibatkan hubungan yang bersifat:

·         Simbiosis

Simbiosis merupakan hubungan yang sangat erat antara dua organisme yang berbeda spesies. Macam-macam simbiosis:

1.       Mutualisme

             Terjadi jika dua spesies hidup bersama dan saling menguntungkan satu sama lain

Contoh: lebah dengan bunga

2.       Komensalisme

Terjadi jika dua spesies hidup bersama , satu spesies diuntungkan sedangkan yang lain tidak terpengaruh.

Contoh: ikan hiu dan remora

3.       Parasitisme

Jika dua spesies hidup bersama, satu spesies diuntungkan sedangkan yang lain dirugikan

Contoh: cacing pita yang hidup di usus halus manusia (endoparasit) dan tanaman benalu pada inangnya (ektoparasit)

4.       Amensalisme

Jika dua spesies hidup bersama, yang satu dirugikan namun yng lain idak diuntungkan

Contoh: rumput teki dengan tanaman lain. Rumput teki menghasilkan racun bagi tanaman lain, namun rumput teki tidak juga diuntungkan

 

·         Predasi

Merupakan jenis interaksi makan dan dimakan suatu spesies memangsa spesies yang lain. Misalnya kucing memangsa tikus

·         Kompetisi

Merupakan jenis interaksi antar organisme yang saling bersaing untuk mempertahankan hidup. Misalnya beraing untuk mendapatkan makan dan tempat hidup


3.     Interaksi antar komunitas dengan komponen abiotik 

        Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubungan antara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi.

Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru.

4.     Interaksi antar ekosistem membentuk bioma

·         Bioma Hutan Hujan Tropis

·         Bioma Hutan gugur

·         Bioma gurun

·         Bioma Padang Rumput

·         Bioma Savana

·         Bioma Tundra

·         Bioma Taiga

 




SUKSESI EKOLOGI

Adalah Usaha perkembangan suatau ekosistem untuk kembali ke keadaan semula (klimaks/seimbang/stabil), setelah mengalami kerusakan.

Macam-macam Suksesi

·      Suksesi Primer

     Yaitu usaha perkembangan suatau ekosistem untuk kembali ke keadaan semula (klimaks/seimbang/stabil), setelah mengalami kerusakan secara total.

Contoh: suksesi di P. Krakatau

Mekanisme suksesi primer: batuan àtumbuhan perintis à rumput àsemakàperdu àpohon à klimaks



·      Suksesi Sekunder

     Yaitu usaha perkembangan suatau ekosistem untuk kembali ke keadaan semula (klimaks/seimbang/stabil), setelah mengalami kerusakan secara sebagian.


Contoh: Suksesi pada rawa

 

POLA-POLA INTERAKSI DALAM EKOSISTEM

Suatu organisme hidup akan selalu membutuhkan organisme lain dan lingkungan hidupnya. Hubungan yang terjadi antara individu dengan lingkungannya sangat kompleks, bersifat saling mempengaruhi atau timbal balik. Hubungan timbal balik antara unsur-unsur hayati dengan nonhayati membentuk sistem ekologi yang disebut ekosistem. Di dalam ekosistem terjadi rantai makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia.

A, Ranta Makanan

Yaitu peristiwa makan dan di makan dalam urutan tertentu seperti rantai.

Pada rantai makanan terjadi pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.


Beberapa Rantai Makanan :

1. Rantai Pemangsa
Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.

2. Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.

3. Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. 


B. Jaring-jaring makanan

Yiatu beberapa rantai makanan yang saling berkaitan.

Suatu rantai makanan tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk jaring-jaring makanan. 

Hal ini disebabkan karena :

1. Ada satu pemangsa yang memangsa lebih dari satu mangsa

2. Ada satu mangsa yang dimangsa oleh beberapa pemangsa





Aliran Energi

Terdapat pada:

 

·      Rantai Makanan

·      Jaring-jaring makanan

 

·      Piramida Ekologi

Piramida ekologi adalah susunan tingkatan trofik yang menunjukkan kepadatan populasi, berat organisme, maupun kemampuan menyimpan energi pada tiap trofik secara berurutan dalam ekosistem.



 


·      Daur air


·      Daur karbon

 


a. Piramida Jumlah

Piramida Jumlah menunjukkan jumlah organisme dalam tiap tingkatan.

Idealnya produsen harus lebih banyak supaya seimbang agar tidak menimbulkan kompetisi dan berujung pada penurunan populasi. Pada gambar di atas, jumlah tumbuhan lebih banyak daripada jumlah konsumen tingkat 1.

b. Piramida Biomassa

Piramida Biomassa menunjukkan berat organisme hidup dari masing-masing tingkatan trofik. Piramida ini terdapat di ekosistem terestrial dan akuatik.

Pada ekosistem terestrial, yang menjadi produsen adalah pohon yang memiliki massa lebih berat dibandingkan konsumen tingkat 1. Pada ekosistem akuatik, yang berperan sebagai produsen di laut adalah plankton, dengan massa kurang dari 1kg.

c. Piramida Energi

Piramida energi menunjukkan jumlah energi setiap tingkatan trofik.

Cahaya matahari sebagai sumber energi utama untuk tumbuhan. Energi cahaya berubah jadi energi kimia melalui rantai makanan. Pada piramida ini, jumlah energi yang bisa dimanfaatkan hanya sekitar 10%


DAUR BIOGEOKIMIA

Daur biogeokimia (atau siklus biogeokimia) adalah proses perputaran unsur-unsur kimia di alam, yang melibatkan interaksi antara organisme (komponen biotik) dan lingkungan abiotik (tanah, air, udara, dll).

Proses ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelangsungan hidup makhluk hidup di Bumi. 

·      Daur nitrogen


·      Daur fosfor

 




 

 

 

 Sumber : https://inet.detik.com/science/d-5243212/ekosistem-pengertian-jenis-dan-komponennya-lengkap

https://www.google.com/search?q=daur+biogeokimia&rlz=1C1GCEU_enID1162ID1162&oq=daur+biogeokimia&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyDAgAEEUYORixAxiABDIHCAEQABiABDIKCAIQABiLAxiABDIKCAMQABiLAxiABDIKCAQQABiLAxiABDIKCAUQABiLAxiABDIHCAYQABiABDIHCAcQABiABDIHCAgQABiABDIKCAkQABiLAxiABNIBCDQxMTVqMWo0qAIAsAIB&sourceid=chrome&ie=UTF-8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 








DAMPAK PERUBAHAN LINGKUNGAN

Lingkungan : Merupa  Kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan mahluk hidup termasuk perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan ...